![]() |
| Batu sarsen setinggi 23 kaki yang masing-masing berbobot sekitar 20 ton, melingkar membentuk Stonengehe yang misterius.* Foto: Pixabay |
KABAR BANDUNG BARAT
– Sebuah sampel dari salah satu tugu batu prasejarah terkenal yang diambil saat
pemeliharaan tahun 1958, telah
mengungkapkan bahwa batu Stonehenge seberat 20 ton itu berasal dari daerah West
Woods, sekitar 15 mil jauhnya
dari situs ini, dekat kota Marlborough, Inggris.
Robert
Phillips yang bekerja untuk
bisnis pemotongn intan yang berbasis di Basingstoke telah dipekerjakan untuk meneguhkan salah satu
batu Stonehenge dengan batang logam, itu terjadi pada 60 tahun yang lalu.
Saat dia bekerja di sana, dia
mengambil sampel inti batu dan menyimpannya untuk dia sendiri, dan terbawa saat
dia beremigrasi ke Amerika Serikat.
Batu sampel itu tidak ada yang
mengetahui keberadaannya hingga enam dekade sebelum Phillips akhirnya ingin
mengembalikannya ke Inggris saat ia berusia 90 tahun.
Para pakar telah lama mencurigai
batu-batu besar yang disebut sarsen ini berasal dari Marlborough Downs, namun tidak pernah benar-benar diyakini.
Namun kini sampel tersebut telah
dikembalikan, dan uji sinar-x telah mengungkap batu-batu ini ternyata berasal
West Woods, menurut studi yang dipublikasikan dalam jurnal Science Advances.
Inti batu ini telah dipotong dan dianalisis
komposisi kimianya serta dibandingkan dengan sampel bongkahan sarsen di 20 area
yang terbendang dari Devon ke Norfolk, termasuk enam di Marlborough Downs di sebelah utara Stonehenge.
Analisis menyimpulkan bahwa batu 58,
inti batu yang diambil Phillips, dan kebanyakan batu sarsen, kemungkinan besar berasal
dari tempat yang jaraknya sekitar 15 mil ke utara lingkaran batu prasejarah
ini.
Susan
Greaney dari English
Heritage mengatakan ini sebagai
“getaran hati yang sesungguhnya” untuk menemukan kawasan di mana para
pembangun Stonehenge mengambil
sumber material sekitar 2.500 sebelum Masehi.
"Kita kini bisa mulai memahami rute
yang mungkin mereka lalui dan menambahkan keping-keping pada teka-teki ini,”
tambah Greaney seperti dikutip Sky News,
baru-baru ini.
Professor
David Nash, dari Universitas Brighton,
yang memimpin riset ini, sungguh
berterima kasih pada keluarga Phillips yang telah mengembalikan sampel yang hilang
ini.
Stonehenge telah lama dihubungkan dengan ritual
Pagan dan dipercaya sebagai tempat titik balik matahari (equinox) setiap tahun.***



0 Komentar untuk "Mulai Terkuak, Misteri Batu Raksasa Stonehenge"