Kabar Bandung Barat

IKLAN DI SINI

Text Widget

Pages

Featured Post

Ilmuwan Menyelidiki Bagaimana Mencegah Pisang Masak Terlalu Cepat, Inilah Rahasianya

Kulit pisang bisa cepat berubah kecoklatan.* Foto: Pixabay Banyak dari kita menghindari memakan pisang ketika sudah mulai terbentuk bintik-...

iklan

ads

Ilmuwan Menyelidiki Bagaimana Mencegah Pisang Masak Terlalu Cepat, Inilah Rahasianya

Kulit pisang bisa cepat berubah kecoklatan.* Foto: Pixabay

Banyak dari kita menghindari memakan pisang ketika sudah mulai terbentuk bintik-bintik coklat, dan langsung membuangnya, padahal ini bisa memicu limbah makanan.

Kini, para ilmuwan mengatakan formasi bintik-bintik ini bisa diperlambat, dengan membatasi tingkat keberadaan oksigen pada sel-sel mikroskopis kulit pisang.

Para ilmuwan membuat sebuah metode baru untuk mensimulasikan pola-pola bintik pada pisang, yang memberikan pandangan baru bagaimana buah paling populer di dunia ini berubah kecoklatan seiring berjalannya waktu.

Kemampuan mencegah kulit pisang menjadi kecoklatan bisa menjadi kunci untuk memotong makanan menjadi limbah, menurut studi para peneliti seperti dilansir laman Dailymail.co.uk.

Setiap tahun, 50 juta ton pisang berakhir menjadi limbah makanan, menurut pemimpin studi Oliver Steinbock di Universitas Florida, Amerika Serikat.

“Ketika pisang matang, akan membentuk sejumlah bintik gelap yang dikenal orang sebagai tanda pisang sudah matang,” kata Steinbock.

“Namun, proses bagaimana bintik-bintik tersebut dibentuk, tumbuh, dan menghasilkan pola masih sedikit difahami, hingga sekarang,” tambahnya.

Kulit dan bubur pisang merupakan subjek yang bisa menjadi kecoklatan, karena proses sains yang berbeda.

Daging buah kebanyakan buah-buahan akan berubah kecoklatan saat dipotong dan tidak segera dimakan, tidak hanya pisang, tetapi juga apel.

Ini terjadi karena enzim dalam daging buah bereaksi dengan oksigen di udara, sebuah proses yang dikenal sebagai pencoklatan enzimik.

Namun kulit pisang juga secara berangsur menjadi coklat saat buah ini disimpan di dalam mangkuk menunggu untuk dimakan.

Hl ini karena kulit pisang mengandung suatu gas yang disebut etilen, yang memecah klorofil, zat yang membuat tumbuhan hijau.

Warna coklat ini muncul dari pigmen-pigmen gelap termasuk melanin, yang biasa ditemukan pada rambut dan kulit manusia.

Dalam pisang, pigmen-pigmen ini terbentuk ketika oksigen bereaksi dengan senyawa kimia alami yang disebut fenol dalam kulitnya.

Ketika sebuah pisang menjadi semakin coklat, kebanyakan patinya berubah menjadi gula, membuatnya menjadi sumber manis alami yang sempurna.

Walaupun begitu, masyarakat cenderung membuang pisang yang sudah coklat, walaupun masih bisa dimakan dan ideal untuk diolah.

Dari studi diketahui oksigen dari udara memasuki lubang-lubang kecil kulit pisang yang disebut stomata.

Ini bisa menjelaskan mengapa bintik-bintik kecil itu terbentuk dan menyebar, tidak langsung seluruh kulitnya kecoklatan.***

Sumber: Zona Priangan Pikiran Rakyat


0 Komentar untuk "Ilmuwan Menyelidiki Bagaimana Mencegah Pisang Masak Terlalu Cepat, Inilah Rahasianya"

Back To Top