![]() |
| Gas metana 28 kali lebih kuat dibandingkan karbondioksida dalam menjebak panas di atmosfer Bumi.* Foto: Sky News |
Para ilmuwan memperingatkan bahwa
kenyataan ini bisa berbahaya untuk kemanusiaan, bisa memicu meningkatnya
bencana alam karena gangguan ekologis yang pada gilirannya menyebabkan
kelaparan dan migrasi massal.
Data saat ini, emisi metana secara global
pada 2017 atmosfer Bumi menyerap hampir 600 juta ton gas metana, ini 28 kali
lebih kuat dibanding karbondioksida yang mampu menjebak panas lebih dari 100
tahun.
Emisi tahunan meningkat sebesar 9%,
sama dengan dua kali total
emisi negara Jerman per tahun menurut para peneliti Proyek Karbon Global,
sebuah inisiatif yang dipimpin
oleh ilmuwan Universitas Stanford Dr Rob Jackson.
Ternyata tidak hanya bahan bakar
minyak bumi dan gas alam yang mengendalikan emisi selama ini. Namun, peternakan
sapi menjadi penyumbang utama polusi gas metana terutama pada saat sapi
mencerna makanannya.
"Emisi
dari sapi dan hewan ruminansia lainnya hampir sebesar metana dari industri
bahan bakar fosil,” kata Dr
Jackson seperti dikutip laman
Sky News, baru-baru ini. "Orang sering bercanda mengenai sendawa sapi tanpa melihat bagaimana
besarnya sumber tersebut.”
Ketika sapi mencerna makanan
melibatkan proses fermentasi, yakni mengubah gula ke dalam molekul yang
sederhana yang bisa diserap oleh tubuhnya, proses kimia ini menghasilkan gas
metana yang dikeluarkan sapi saat sendawa.
Dr Jackson mengatakan, solusi yang potensial
untuk mengurangi emisi gas metana adalah mengurangi konsumsi daging.
Pengembangan teknologi lain juga bisa membantu, seperti memberi suplemen pakan alga
yang bisa menurunkan sendawa metana oleh sapi.***



0 Komentar untuk "Kok Bisa? Sapi Bersendawa Bisa Meningkatkan Gas Metana di Atmosfer Bumi"