![]() |
| Para aktivis dari Kampanye untuk Menghentikan Robot-robot Pembunuh telah menjadwalkan sejumlah protes terhadap senjata-senjata otonom.* Foto: Pizabay/Computerizer |
KABAR BANDUNG BARAT
– Kini telah meningkat jumlah negara yang ingin melakukan aksi untuk mencegah
pengembangan senjata-senjata yang sepenuhnya otonom, dan untuk meyakinkan bahwa
manusia masih mengendalikannya, seperti ditunjukan oleh sebuah laporan yang
dikutip laman news.sky.com, baru-baru ini.
Hasil penelitian memperlihatkan
bahwa 30 negara ingin memperkenalkan sebuah perjanjian internasional mengenai
sistem senjata, yang mampu memilih sasaran tanpa campur tangan manusia.
Amerika Serikat dan Rusia adalah di
antara sejumlah kekuatan militer yang memiliki proposal menolak secara halus seputar
diperkenalkannya beberapa regulasi mengenai senjata otonom tersebut.
Sebuah laporan dari Human Rights Watch telah meninjau kebijakan 97 negara yang
memiliki pembahasan secara terbuka mengenai robot-robot pembunuh sejak 2013.
Mary
Wareham, dari Human Rights Watch dan Kampanye untuk Menghentikan Robot-robot
Pembunuh, mengatakan aksi mendesak dibutuhkan ketika teknologi seperti
kecerdasan buatan terus dikembangkan.
Dia mengatakan: "Menghilangkan kendali manusia atas
penggunaan kekuatan, secara luas telah dianggap sebagai ancaman kematian pada
kemanusiaan, seperti halnya perubahan iklim, perlu aksi mendesak dari berbagai
pihak.”
"Sebuah perjanjian larangan
internasional hanya bisa efektik melakukan kesepakatan dengan meningkatnya
tantangan serius dari senjata-senjata yang sepenuhnya otonom,” tambahnya.
"Ini jelas bahwa mempertahankan kontrol
manusia pada penggunaan kekuatan adalah sebuah keniscayaan etis, sebuah
kebutuhan legal, dan sebuah kewajiban moral.”
"Banyak pemerintahan membagikan
keprihatinan serius yang sama mengenai diperbolehkannya mesin-mesin mengambil
kehidupan manusia dalam medan pertempuran, dan hasrat untuk memberikan kendali kepada
manusia adalah dasar untuk sebuah aksi kolektif.”
Kampanye untuk Menghentikan
Robot-robot Pembunuh dibentuk pada 2012. Ini sebuah koalisi dari berbagai
organisasi yang bekerja untuk melarang senjata-senjata yang sepenuhnya
otonom.***



0 Komentar untuk "Diperlukan Aksi untuk Menghentikan Penggunaan Robot Pembunuh"